Foto Saya
Konsultasikan masalah hukum Anda dengan menghubungi NM. Wahyu Kuncoro, SH di WAHYUMITRA Advocate Office, Jl. Mandar Utama DC XI/ 19 Sektor 3A Perumahan Bintaro Jaya - Tangerang Selatan. 

Tlp : 021 - 7357778
Hp : 0811 820 71 96

TIDAK MELAYANI KONSULTASI HUKUM MELALUI SMS

HAK WARIS TANAH YANG DIJEGAL

Posted by


Dear : Pak Wahyu Kuncoro

Ini tentang hak waris sebidang tanah dari nenek saya untuk ibu dan 7 saudara-2 kandung ibu saya yang saat ini jadi sengketa.

Sengketa tersebut diatas dikarenakan ibu saya tidak di perbolehkan menerima hak waris sebuah sebidang tanah, dikarenakan Paman saya (anak pertama dari nenek (almarhum) saya) pernah melakukan perjanjian dengan sugianto (alrmahum) suami dari ibu saya.

Perjanjian yang secara lisan antara paman dan ayah saya ternyata tidak di ketahui oleh ibu saya. Perjanjian tersebut adalah sbb :

Ayah(alrmahum) saya membeli sebidang tanah milik sumarno (anak pertama dari nenek saya) paman (sumarno) saya menawarkan tanah tersebut kepada ayah saya dengan harga yang murah dengan syarat bahwa kelak ibu saya tidak mendapat hak waris tanah dari nenek saya. saat ini surat-surat hak kepemilikan tanah waris tersebut dalam proses pemecahan atas nama masing-masing hak waris, terkecuali ibu saya. Jadi sertifikat tanah waris di pecah menjadi 6 sertifikat hak milik tanah...yang seharusnya di pecah menjadi 7 sertifikat hak milik tanah.

Yang saya tanyakan adalah :

Apakah di benarkan ibu saya tidak di perbolehkan menerima hak waris tanah, yang disebabkan oleh perjanjian-perjajian yang di lakukan oleh ayah (alrmahum) saya dengan Paman (anak pertama dari nenek (alrmahum)saya). yang dimana hal-hal itu tidak di ketahui oleh ibu saya.

jika tidak di benarkan. bagaimanakah cara mencegah pemecahan surat-surat hak kepemilikan tanah yang saat ini masih dalam proses di kelurahan setempat.


JAWAB

Terima kasih telah menghubungi saya ....

Pasal 35 ayat (2) UU Perkawinan menyatakan bahwa Harta bawaan darimasing-masing suami dan isteri dan harta benda yang diperolehmasing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah di bawah penguasaanmasing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.

Dalam hal pewarisan, Pasal 832 KUHPerdata menyatakan bahwa yang berhakmenjadi ahli waris ialah keluarga sedarah, baik yang sah menurutundang-undang maupun yang di luar perkawinan, dan suami atau isteriyang hidup terlama.

Jadi, berdasarkan ketentuan 2 (dua) pasal di atas, Ibu anda tetapberhak menerima warisan tanah dari almarhum nenek anda tersebutmengingat Ibu anda memiliki hubungan darah dengan almarhum. Bahwa yangdiperjanjikan oleh almarhum ayah anda dengan si Paman jelas merupakanperjanjian yang cacat hukum dan tidak berlaku bagi Ibu anda mengingatbagian warisan Ibu anda tersebut merupakan harta bawaan Ibu andadimana suami tidak berwenang melakukan perbuatan hukum apapun atasharta bawaan tanpa seijin dan sepengetahuan Ibu anda.

Untuk mencegah pemecahan surat-surat hak kepemilikan tanah tersebut,sebaiknya Ibu anda terlebih dahulu mengupayakan musyawarah untukmufakat secara kekeluargaan dalam penyelesaian masalah tersebut. Jikaupaya kekeluargaan tidak tercapai, untuk mengurangi kerugian yanglebih banyak, Ibu anda selaku ahli waris dapat mengajukan terlebihdahulu permohonan pemblokiran tanah sengketa tersebut kepada BPN agarBPN setempat tidak memproses permohonan pemecahan yang diajukan olehsi Paman.

Setelah pengajuan permohonan pemblokiran dilakukan, upaya segeratentang penetapan ahli waris/ fatwa waris ke Pengadilan Negeri/Pengadilan Agama. Setelah penetapan ahli waris/ fatwa warisditerbitkan, Ibu anda harus mengupayakan pula pembatalan perjanjianantara almarhum ayah anda dengan si paman kepada Pengadilan


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 13.47.00

0 Tanggapan:

Poskan Komentar

Berikan tanggapan/ komentar sesuai dengan postingan. Bukan pertanyaan atau yang bersifat konsultasi. Jika Ingin berkonsultasi, baca ketentuan yang ditetapkan

Syarat dan Ketentuan

Blog layanan konsultasi hukum gratis ini dibuat dan dikelola oleh NM. Wahyu Kuncoro, SH sebagai dedikasi pelayanan hukum seorang Advokat kepada Masyarakat yang membutuhkan jasa konsultasi hukum.

Syarat dan Ketentuan Layanan :

1) Uraikan permasalahan hukum Anda dan kirimkan ke email advokatku.on(at)gmail.com.

2) 1 akun email hanya 1 X Konsultasi Hukum. Jika ingin konsultasi berlanjut, silahkan disampaikan dalam email selanjutnya.


3) Konsultasi hukum melalui telepon hanya berlaku bagi pembeli buku yang ditulis NM. WAHYU KUNCORO, SH dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam buku. Tidak melayani SMS atau media messenger lainnya.


4) Dengan konsultasi melalui email, Anda dianggap setuju atas publikasi permasalahan hukum yang disampaikan dan selanjutnya membebaskan pengelola blog/web dari segala tuntutan/ gugatan atas pencantuman URL akun email Anda.


5) Materi pertanyaan/ yang dikonsultasikan TIDAK TERKAIT MATERI PERSIDANGAN, kepentingan perkuliahan, tugas akademik dan atau kepentingan pendidikan.


6) Jawaban/ Opini yang termuat, tidak dapat dijadikan acuan hukum dan tidak menunjukkan hubungan hukum advokat dengan kliennya.


7) Segala bentuk konsultasi Hukum yang termuat dalam blog ini, akan termuat dalam beberapa situs yang teraffliansi, tanpa pemberitahuan atau seijin yang bersangkutan.


Dengan memenuhi syarat dan ketentuan di atas, berarti Anda telah menghargai diri sendiri dan orang lain.