Postingan

Menampilkan postingan dari 2016
loading...
loading...
042770f43c82904f32eeeae4020c3d9d7fea6d21266e668ca6

Hak Waris yang Tertutup karena Wasiat

Gambar
Kepada Yth. Bapak Wahyu Kuncoro,
Kami sekeluarga ber 10, 7 orang anak bersaudara, ayah, ibu (istri kedua ayah) dan ibu (istri pertama ayah yang sudah cerai, tahun 1970). Ayah kami meninggal tahun 2013.  
Anak dari istri pertama ayah adalah : 1. Anak ke-I, pria  2. Anak ke-II, pria, saya sendiri, Ridlo G 3. Anak ke-III, pria almarhum, th 2012, mempunyai anak 1, laki-2. Istri pertama ayah (ibu saya) masih hidup saat ini.
Anak dari istri kedua ayah adalah : 1. Anak ke-IV, wanita  2. Anak ke-V, pria  3. Anak ke-VI, pria  4. Anak ke-VII, wanita  Istri kedua ayah masih hidup saat ini
Suatu ketika, baru-2 ini kakak saya, Anak ke-I menuntut untuk segera dibagikan dan diberikan harta peninggalan kepada hak waris, akan tetapi adik tiri saya, Anak ke-V menjelaskan bahwa sebelum ayah meninggal ibu tiri saya telah membuat surat wasiat waris yang ditandatangani oleh ayah dan pejabat setempat, pak rt, pak lurah dan pak camat, yang isinya adalah hanya 4 adik tiri saya lah yang memiliki hak waris (ya…

Beralihnya Kewajiban Pengelola Arisan

Gambar
Selamat siang,
Sekitar 1 tahun yang lalu Ibu saya mengadakan arisan sebagai bandar arisan dan beberapa tetangga sebagai peserta. sekitar 2 bulan yang lalu, ibu saya meninggal dunia. Setelah kejadian tersebut, ada beberapa pihak yang sudah mendapat jatah arisan, tidak mau lagi melakukan pembayaran uang arisannya. akibatnya pembayaran arisan kepada pihak yang belum dapat jatah arisan menjadi tertunda. yang mau saya tanyakan
Bagaimana status arisan tersebut? dilanjutkan atau tidak

Apakah pengelolaan diwarisi oleh ahli waris (ayah/saya)

Apakah Ahli waris (ayah/saya) dapat dituntut secara hukum oleh peserta  arisan? sedangkan bandar arisan adalah ibu saya yang sudah meninggal

Apakah ahli waris (ayah/saya) dapat menuntut secara hukum kepada pihak yang tidak melakukan pembayaran uang arisan?
terimakasih MM


JAWAB :
Terima kasih telah menghubungi saya ...

Hukum tidak memberikan definisi lengkap tentang kegiatan Arisan, namun demikian, kata arisan sesungguhnya menunjukkan pada pengertian kegiatan mengump…

Pelepasan Hak Waris WNA atas tanah

Gambar
Selamat sore Bapak Wahyu Kuncoro, saya ingin bertanya tentang cara pengalihan hak atas warisan tanah.
Tanah ini diwariskan ke 3 orang anak, 2 adalah WNI dan 1 adalah WNA.Jika anak yang berstatus WNA ini harus mengalihkan hak atas tanah tersebut, apakah WNA bisa melakukan jual-beli/hibah atas tanah? Apa harus saudaranya yang WNI yang menjual/menghibahkan tanah tersebut sehingga WNA tersebut hanya menerima berupa uang saja? atau bisa tidak WNA tsb mengkuasakan (dengan surat kuasa) ke WNI untuk menjualkan tanah miliknya? atau adakah cara lain bagi WNA ini untuk melepas haknya?

VT
JAWAB :
Terima kasih telah menghubungi saya ...

Pasal 21 ayat (3) Undang - Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria menjelaskan “Orang asing yang sesudah berlakunya Undang – undang ini memperoleh hak milik karena pewarisan tanpa wasiat atau percampuran harta karena perkawinan, demikian pula warga- negara Indonesia yang mempunyai hak milik dan setelah berlakunya Undang – undang ini kehilangan kewarga-negaraannya …

Hibah ke anak tiri dan Pengurangan BPHTB

Gambar
Selamat siang pak, perkenalkan nama saya viliany,kondisi saat ini, saya adalah anak tiri dari ayah saya (hasil dari perkawinan ibu saya dengan suami yg lalu), ayah tiri saya tdk memiliki anak kandung.
Ibu saya dan ayah tiri saya tersebut sudah memiliki SURAT KAWIN, dan nama saya terdaftar dalam KARTU KELUARGA. hanya saja AKTE LAHIR saya masih berstatus sebagai ANAK DILUAR NIKAH.
yang ingin saya tanyakan :


1. apabila ayah tiri saya mempunyai rumah atas nama beliau. apakah nanti stlh ayah tiri saya meninggal, rumah tersebut merupakan milik saya atau saudara ayah saya nantinya?


2. apabila saya memilih jalan untuk di HIBAH. berapakah biaya yg harus di byrkan? apakah status saya sebagai anak di luar nikah bs memohon SKB untuk ayah saya. dan saya jg bs memperoleh pengurangan dalam pembyran BPHTB sebesar 50%?
terima kasih.

Regards,
vy

JAWAB


Terima kasih telah menghubungi saya ..
Pasal 43 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan, "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hany…

Kerjasama Bisnis Jadi Pidana

Gambar
Dear Yth. Bpk Wahyu Kuncoro, SH
Dengan hormat, Mohon saran hukumnya.
Thn 2014 saya mengajukan proposal bisnis ke HIW, sy kerja sama dengan Pak Kelik (penyedia lahan, di dalam kota) utk membuat Foodcourt (bisnis Kuliner), utk RAB pembangunan sebesar 483jt, dan melalui HIW disepakati cair 1 sebesar 219juta (dia menjaminkan BPKB Mblnya utk pembangunan tahap pertama).
Seblumnya draf perjanjian kerjasama sdh sy buat untuk HIW dan utk yg pny lahan (draf, krn hrs dikomunikasikan ke semuanya, mana yg disetujui, mana yg diperbaiki). Dan disepakati paralel untuk mulai membangun lahan tersebut (acc Pak Kelik & HIW). Proses pembangunan dilakukan juga proses IMB yg ternyt diketahui lahan msh letter C dan msh lahan basah, konsekuensinya IMB jd tambh lama, tp pembangunan spt menguruk lahan, pondasi, buat saluran bawah pembuangan, septik tank sdh dilakukan, termasuk iklan di surat kabar.
Berjalannya waktu, ijin IMB hampir 4 bulan blm keluar, HIW instruksi ke saya kalau ada wacana baru, kalau pembanguna…

kekuatan hukum akta hibah yang sertifikatnya telah dibatalkan

Gambar
Dear pak wahyu kuncoro.....

Saya membeli sebidang tanah seluas 13x10 m berdasarkan akta hibah dr pihak pertama kepada pihak kedua (penjual). Namun pada saat sy akan melakukan pengurusan sertifikat di BPN dinyatakan bahwa sertifikat tersebut telah dibatalkan dengan keputusan pengadilan dikarenakan sertifikat yang sebelumnya beratas namakan suami telah meninggal dunia dan telah jatuh ke tangan istri kedua dikarenakan tanah tersebut adalah tanah keturunan nenek moyang....

Mohon penjelasannya atas pertanyaan berikut :


1. apakah akta hibah tersebut jg ikut terbatalkan mengikuti pembatalan sertifikat tsbt?dan apakah jg berlaku pembatalan bagi sertifikat pemecahan dr sertifikat tersebut?
2. Jika ingin mengurus sertifikat tanah tersebut, langkah apa yang sebaiknya kami lakukan? 3. Berkas apa saja yang perlu kami persiapakan utk pengurusan sertifikat tersebut?

Mhon dibantu penjelasannya ya pak....terima kasih


Dari Yu



JAWAB : 

Terima kasih telah menghubungi saya.

Dalam praktek hukum, dikenal istilah bata…

Status hukum eks karyawan dalam perkara hukum perusahaan

Gambar
Salam Bapak
Dengan hormat,
Ipar saya pernah bekerja di perusahaan Developer swasta dengan posisi pengawas Lapangan (supervisor), sudah mengundurkan diri 1 tahun lalu.
perusahan menyerahkan bangunan utk dikerjakan oleh kontraktor (PT ABC sebut saja nama pimpinan si A) dan tidak menyelesaikan bangunan, ipar saya sebagai pengawas lapangan (supervisor).
perusahaan developer melakukan penuntutan PENIPUAN DAN PENGGELAPAN kepada KONTRAKTOR karena kontraktor tdk melanjutkan pekerjaan dan dana yang sudah di cairkan berlebih 2 M.
alur berkas pencairan dana :
1. Posisi ipar saya yang memeriksa dan menandatangani hasil pekerjaan kontraktor, kemudian berkas tersebut di tandatangani (mengetahui/menyetujui) lagi oleh manager. 2. setelah itu berkas tsb masuk ke divisi, kemudian di buatkan berita acara utk di ajukan ke keuangan (ada 5 orang yg tanda tangan termasuk ipar saya dan manager + 3 org dengan posisi setara manager) 3. kemudian di keuangan, masih ada lagi yg tandatangan hingga dana tersebut ca…

Ribut soal harta bersama, cerai jadi sulit

Gambar
Saya mau bertanya ...
Saudara saya perempuan akan bercerai dengan suaminya. Setelah mereka menikah dulu itu mereka nyicil rumah. Dan si istri meminta suami tetap membayar cicilan rumahnya meskipun setelah bercerai nanti. Dan rumah itu atas nama istri. Mereka mempunyai 1 anak dan cicilan rumah kurang 12 tahun.
Si suami keberatan karena harus membayar cicilan rumah mantan istri. Apakah rumah itu harus dijual?
Apakah masalah ini bisa membuat perceraian mereka sulit?Karena saat perceraian si istri menuntut agar cicilan rumah diteruskan oleh si mantan suami

HM
JAWAB : 
Terima kasih telah menghubungi saya ...
Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 ttg perkawinan menyatakan bahwasanya, Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama. Selanjutnya, Pasal 37 UU No. 1 Tahun 1974 menegaskan, bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya masing-masing.
Dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata, ada beberapa pasal yang mengatur sebagai berikut :
Pa…

kata "KONSINYASI" atau "TITIP JUAL" dalam nota jual beli

Gambar
Selamat malam,
Saya mempunyai usaha yang melayani penjualan retail dan grosir. Sebagian besar dari pelanggan saya adalah toko-toko juga yang membeli barang-barang dari tempat saya untuk dijual lagi di tokonya. Hampir semua pelanggan saya yang toko ini membayar dengan sistem kredit atau tempo sesuai dengan jangka waktu yang sudah disepakati bersama.

Permasalahan yang sering muncul adalah ketika pembayaran dengan sistem kredit atau tempo ini macet. Ketika sudah jatuh tempo si pelanggan mengaku masih belum ada uang untuk membayar tagihan sampai berbulan bulan setelahnya,sedangkan barang yang berasal dari tempat saya untuk dijual lagi di tokonya itu sudah laku semua dan tidak bersisa lagi.
Untuk mengatasi hal ini saya menuliskan kata "KONSINYASI" atau "TITIP JUAL" di setiap nota penjualan ke toko-toko pelanggan saya, dengan tujuan apabila ketika sudah jatuh tempo dan pembayaran macet, saya bisa menarik kembali barang saya.
Yang mau saya tanyakan:
1. Apakah sudah benar pengg…

Hibah Wasiat Untuk Orangtua Yang Sudah Meninggal Dunia

Gambar
Yth. Pak Wahyu, 
Saya ingin menanyakan bagaimana prosedurnya bilamana orang tua kami mendapatkan hibah wasiat dari saudaranya, tapi orang tua kami telah meninggal terlebih dahulu. Apakah sebagai anak-anak kami bisa mendapatkan hak atas hibah tersebut? 
Terima kasih pak.  LK

JAWAB
Terima kasih telah menghubungi saya ....
Dalam KUHPerdata, pengaturan tentang hibah kurang lebih di atur sebagai berikut :
Dalam hibah biasa, berlaku ketentuan Pasal 175 KUHPerdata yang menegaskan, "Tiada hibah seluruh atau sebagian dan warisan sipenghibah, yang diberikan dalam perjanjian kawin, baik yang diberikan oleh yang seorang dan suami isteri kepada yang lain, maupun yang diberikan secara timbal balik, akan beralih kepada anak-anak yang lahir dan perkawinan mereka, bila yang diberi hibah meninggal sebelum si penghibah". Berdasarkan ketentuan ini, maka hibah biasa akan diaggap tidak ada atau batal, bila si penerima hibah pada kenyataannya telah meninggal dunia lebih dahulu dibandingkan si pembe…