Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 12, 2009
loading...
loading...

HAK CIPTA FHOTO : Pemegang Hak Cipta vs Pemilik Fhoto

Gambar
saya ingin bertanya, kasusnya:
si "A" mengadakan acara pernikahannya, dia menyewa jasa "I Foto" untuk mengabadikan foto2nya, salah satunya adalah foto kamar di "hotel Q". Foto ini gambarnya tempat tidur di salah satu kamar "hotel Q" yg disewa "A" untuk malam pernikahannya. Isi kamar didesain oleh "event organizer G". dalam foto itu tidak terdapat gambar/wajah orang.
Beberapa hari kemudian, hotel "Q" meminta foto2 dari "I FOTO" untuk dia pilih lalu dibikin brosur dan banner (dipublikasikan) untuk kepentingan "hotel Q". "I FOTO" pun memberi foto2 kamar, panggung yg pernah diadakan oleh "hotel Q", salah satunya adalah foto dari kamar si "A".
Kemudian suatu saat si "A" melihat di suatu mall, banner yg berisi foto kamar tersebut, dan si "A" menyatakan keberatan dan minta kompensasi kepada "hotel Q" dan "I FOTO" karena tanpa seijinnya,…

Yurisprudensi MA Saling Bertentangan

Gambar
Assalamualaikum Bang Wahyu, mo tanya nih....
Dalam perkara Perdata, apakah dasar-dasar dari Perbuatan Melanggar Hukum itu ?
Apakah ada dasar hukum atau yurisprudensi MA yang dapat digunakan untuk mengajukan tuntutan ganti rugi Immateriil, mengingat yurisprudensi MA tentang tuntutan ganti rugi kadang saling bertentangan.
Contoh : Yurisprudensi MA No 550.K/ Sip/1979 tertanggal 8 mei 1980 yang berbunyi "Petitum tentang ganti rugi harus dinyatakan tidak dapat diterima karena tidak diadakan perincian mengenai kerugian-kerugian yang dituntut"

Sedang dalam uraian pada advokatku.blogspot.com menguraikan sbb :
"Sementara, dalam perbuatan melawan hukum, tuntutan ganti rugi sesuai dengan ketentuan pasal 1265 KUHPerdata, tidak perlu menyebut ganti rugi bagaimana bentuknya, tidak perlu perincian. Dengan demikian, tuntutan ganti rugi didasarkan pada hitungan objektif dan konkrit yang meliputi materiil dan moril".
Putusan Mahkamah Agung No. 196 K/ Sip/ 1974 tanggal 7 Oktober 1976 me…

ANAKKU ... dirampas Kakak Ipar

Gambar
S'lamat mlm pak wahyu.
Perkenalkan nama saya SY umur 26th. Sy telah berkeluarga & memiliki 2 org putri, yg pertama usia 5 th & yg ke 2 usia 2 bln.
Belum lama ini sy menitipkan anak balita saya pada kakak ipar saya yang belum memiliki momongan. Karena istri kakak ipar sering curhat ttg masalah Rumah Tangga-nya (usia perkawinan mereka 8 th) yang diambang perceraian hanya karena belum diberi keturunan.

Kebetulan sy jg hrs mengurus adik yg msh br'usia 7 tha(blm lm ditggl almrh ibu) & anak sy usia 5 th. Karena iba juga prihatin maka saya titipkan anak kami utk dianggap sprt anak mrk sendiri dan kami sepakat utk tdk merubah status yg sbnrny.
Tapi, setelah saya titipkan anak ke-2 saya, tiba2 kakak ipar saya berniat merubah akte lahir anak kami menjadi anak kandung mereka. Sedangkan akte sdh jd yg dimana tercantum kami adalah wali orangtua kandungnya yg sah. Betapa kagetnya hati ini setelah mendengar keinginan mrk mengganti akte anak kami.
Yg sy mo tanyakan apakah sy sbg ibun…

Masalah paten perangkat lunak (software)

Yth, pak Wahyu.

Saat ini, saya sedang mencoba untuk membuat sebuat perangkat lunak untuk "drill designer" (semacam simulasi pemetaan posisi pemain marching band pada saat pertunjukkan). Karena saat ini cuma ada 1 merek software yang khusus menangani masalah tersebut, namanya Pyware (http://www.pyware.com/). dan itu banyak dibajak di Indonesia.
Hanya saja ketika saya melakukan pencarian yang berkaitan dengan masalah tersebut, saya menemukan fakta bahwa perangkat lunak tersebut telah dipatenkan. Dan salah satu "claim" yang mengganggu adalah bahwa mereka menyatakan bahwa perangkat lunak mereka adalah "A drill design aid for designing a drill ...etc" (lengkapnya : http://www.google.com/patents/about?id=UFMXAAAAEBAJ) .
yang saya tanyakan adalah: 1. apakah itu berarti perangkat lunak yang saya kerjakan saat ini telah melanggar paten mereka? karena perangkat lunak yang saya kerjakan memang melakukan hal yang telah mereka klaim? meskipun saya tidak pernah tahu bagai…