Dapatkan Postingan Terbaru
di Kotak Email Anda

Syarat dan Ketentuan

Blog layanan konsultasi hukum gratis ini dibuat dan dikelola oleh NM. Wahyu Kuncoro, SH sebagai dedikasi pelayanan hukum seorang Advokat kepada Masyarakat yang membutuhkan jasa konsultasi hukum.

Syarat dan Ketentuan Layanan :

1) Uraikan permasalahan hukum Anda dan kirimkan ke email advokatku.on(at)gmail.com.

2) 1 akun email hanya 1 X Konsultasi Hukum. Jika ingin konsultasi berlanjut, silahkan disampaikan dalam email selanjutnya.


3) Konsultasi hukum melalui telepon hanya berlaku bagi pembeli buku yang ditulis NM. WAHYU KUNCORO, SH dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam buku. Tidak melayani SMS atau media messenger lainnya.


4) Dengan konsultasi melalui email, Anda dianggap setuju atas publikasi permasalahan hukum yang disampaikan dan selanjutnya membebaskan pengelola blog/web dari segala tuntutan/ gugatan atas pencantuman URL akun email Anda.


5) Materi pertanyaan/ yang dikonsultasikan TIDAK TERKAIT MATERI PERSIDANGAN, kepentingan perkuliahan, tugas akademik dan atau kepentingan pendidikan.


6) Jawaban/ Opini yang termuat, tidak dapat dijadikan acuan hukum dan tidak menunjukkan hubungan hukum advokat dengan kliennya.


7) Segala bentuk konsultasi Hukum yang termuat dalam blog ini, akan termuat dalam beberapa situs yang teraffliansi, tanpa pemberitahuan atau seijin yang bersangkutan.


Dengan memenuhi syarat dan ketentuan di atas, berarti Anda telah menghargai diri sendiri dan orang lain.

Diberdayakan oleh Blogger.

More on

About Me

Foto Saya

Konsultasikan masalah hukum Anda dengan menghubungi NM. Wahyu Kuncoro, SH di WAHYUMITRA Advocate Office, Jl. Mandar Utama DC XI/ 19 Sektor 3A Perumahan Bintaro Jaya - Tangerang Selatan. 

Tlp : 021 - 7357778
Hp : 0811 820 71 96

TIDAK MELAYANI KONSULTASI HUKUM MELALUI SMS/ CHATTING MEDIA MESSAGER 

Contact Us

Total Pembaca

Search

Type your search keyword, and press enter

Selasa, 07 April 2009

Asuransi Kartu Kredit dan Hutang Kartu Kredit

               2 comments   
saya wariskan segala hutang-hutang saya kepada para ahli waris saya, tolong dibayar ya
Bapak Wahyu,

Sebelumnya saya sungguh berterima kasih apabila bapak berkenan membantu saya, saya sungguh tidak tahu harus bertanya pada siapa, harus bagaimana menyelesaikan permasalahan yang kini saya hadapi. Permasalahan yang saya hadapi adalah pembayaran kartu kredit dari suami.

Suami saya meninggal bulan oktober tahun 2005 karena kecelakaan. Seminggu setelah suami meninggal saya bersama keluarga berupaya menyelesaikan seluruh kewajiban almarhum. Salah satunya adalah tagihan kartu kredit Bank Mandiri, saya diwakili bapak saya datang ke bank Mandiri untuk menyerahkan surat kematian suami dan upaya penyelesaian kewajiban. Pada saat itu, bank mandiri menyampaikan bahwa asuransi kartu kredit atas nama suami sudah hangus dengan alasan almarhum sudah lebih dari 2 bulan tidak membayar kewajiban kartu kredit. Dan bank mandiri meminta kami menyelesaikan kewajiban sebesar 55 juta, yang harus dibayar tunai, tagihan awalnya adalah 74 juta - jadi mereka sudah membantu dengan mengurangi jumlah tagihan. Karena angka itu di luar kemampuan kami, kami tidak dapat membayarnya.

Bank Mandiri tidak memberikan alternatif pembayaran lain. Setelah itu Bank Mandiri tetap menagih melalui telpon ke rumah saya, ke kantor saya. Penagihan awalnya sangat kerap, sehari bisa lebih dari 3-4 kali, tapi kemudian frekuensinya semakin berkurang...kadang hanya sebulan sekali....terakhir malah sudah 3 bulan tidak menagih. Penagihan awalnya tidak kasar tapi semakin lama semakin kasar, walaupun tidak berbicara langsung kepada saya. Saya semakin takut, karena tidak tahu bagaimana harus menyelesaikannya.

Minggu ini, Bank Mandiri mulai sering menagih lagi, orang yang menelpon mengakui bahwa mereka adalah pihak ke-tiga dari Bank Mandiri, sehingga meminta saya menyelesaikan masalah ini tidak dengan Bank Mandiri langsung, tapi ke kantor mereka. Dan yang sungguh mengejutkan saya, pinjaman almarhum tetap dibungakan, sekarang menurut mereka jumlahnya sudah lebih dari 300 juta. Mereka bilang bahwa angka ini bisa dinegosiasikan apabila saya memang menunjukkan niat baik untuk menyelesaikan hutang alm.

Pak Wahyu, saat ini saya sebagai orang tua tunggal dari 2 anak yang masih balita, terus terang sangat berat untuk menyelesaikan kewajiban tersebut..walaupun dicicil sekalipun. Tapi di lain pihak saya merasa sangat tertekan dengan telpon-telpon yang menagih ini. Apa yang harus saya lakukan?

Terima kasih banyak pak


JAWAB :


Terima kasih telah menghubungi saya ...

Pasal 1261 KUHPerdata menyatakan, bila syarat telah terpenuhi, maka syarat itu berlaku surut hingga saat terjadinya perikatan. Jika kreditur meninggal sebelum terpenuhinya syarat, maka hak-haknya berpindah kepada para ahli warisnya. Kemudian, pasal 1318 KUHPerdata menegaskan bahwa orang dianggap memperoleh sesuatu dengan perjanjian untuk diri sendiri dan untuk ahli warisnya dan orang yang memperoleh hak daripadanya, kecuali jika dengan tegas ditetapkan atau telah nyata dari sifat perjanjian itu bahwa bukan itu maksudnya. Dan, pasal 1826 KUHPerdata menyatakan, perikatan-perikatan penanggung beralih kepada para ahli warisnya.

Ketiga pasal di atas adalah dasar hukum tentang beralihnya suatu utang almarhum kepada para ahli warisnya. Atas hutang kartu kredit almarhum, adalah suatu kewajiban para ahli waris untuk melunasi utang-utang almarhum.

Terkait dengan asuransi kartu kredit yang hangus, dapat dijelaskan bahwa asuransi kartu kredit adalah Asuransi kerugian (loss insurance), yang artinya asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita oleh tertanggung. Dalam prakteknya, premi asuransi kartu kredit ini sebesar antara 0,3 % - 1 % dari total pemakaian kartu kredit dengan sistem pembayaran mengikuti tagihan kartu kredit yang berjalan. Jadi, apabila pada bulan yang bersangkutan tidak ada tagihan maka tidak ada pembayaran premi asuransi kartu kredit.

Premi asuransi adalah salah satu unsur penting dalam asuransi karena merupakan kewajiban utama yang harus dipenuhi oleh tertanggung kepada penanggung. Penanggung menerima pengalihan risiko dari tertanggung dan tertanggung membayar sejumlah premi sebagai imbalannya. Apabila premi tidak dibayar, asuransi dapat dibatalkan atau setidak-tidaknya asuransi tidak berjalan. Premi harus dibayar lebih dahulu oleh tertanggung karena tertanggunglah pihak yang berkepentingan. Jadi, terkait karena almarhum tidak membayar tidak membayar tagihan kartu kredit selama 2 bulan, tidak berarti asuransi kartu kreditnya hangus. Sebaiknya ibu periksa kembali perincian tagihannya tersebut, apakah ada tagihan premi asuransi. Jika ada tagihan premi asuransi, artinya tagihan kartu kredit yang tertunggak masih dalam tanggungan asuransi tersebut.

Pasal 20 Keputusan Menteri Kuangan No. 422/KMK.06/2003 tentang penyelenggaraan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi menyatakan sebagai berikut :

(1) Penghentian pertanggungan, baik atas kehendak penanggung atau tertanggung, harus dilakukan dengan pemberitahuan tertulis.

(2) Dalam hal terjadi penghentian pertanggungan pada polis asuransi yang tidak memiliki unsur tabungan, maka besar pengembalian premi sekurang-kurangnya sebesar jumlah yang dihitung secara proposional berdasarkan sisa jangka waktu pertanggungan, setelah dikurangi bagian premi yang telah dibayarkan kepada perusahaan pialang asuransi dan atau komisi agen.

Berdasarkan Pasal 20 Kepmen Keuangan diatas, sepanjang tidak ada pemberitahuan tertulis tentang berakhirnya maupun penghentian pertanggungan, maka tidak ada alasan bank menyatakan asuransi kartu kredit almarhum sudah hangus. Dalam hal ini, minimal Ibu selaku ahli waris masih dapat memperhitungkan agar premi asuransi yang sudah dibayarkan untuk dikembalikan sesuai dengan aturan pasal 20 ayat (2) Kepmen Keuangan di atas.

Bahwa kemudian Bank mengalihkan upaya penagihannya melalui pihak ketiga, sepanjang pihak ketiga tidak menunjukkan surat kuasa atas pengalihan hak tagih dari bank kepada pihak ketiga dimaksud, sebaiknya anda tidak membayar melalui pihak ketiga tersebut. Ingat, utang memang harus dibayar, tetapi pembayarannya harus kepada pihak yang berhak untuk itu.
Saran saya, sebaiknya Ibu kembali mengajukan permohonan keringanan pembayaran hutang almarhum tersebut kepada Bank. Berikan alasan atau argumen yang tepat mengenai keterbatasan keuangan Ibu dan kesanggupan Ibu membayar cicilannya dengan demikian diharapkan Bank dapat mengerti dan memberikan toleransi sistem pembayarannya.