loading...
loading...

Disuruh Resign Karena Merugikan Perusahaan


Dear, Bpk Wahyu Kuncoro

Saya DP, karyawan yang per tanggal 7 Maret 2009 kemarin disuruh resign oleh HRD PT. FI, sebelumnya saya adalah karyawan tetap diteam marketing & sales infant.

Saya disuruh resign dengan alasan dan ini benar adanya, bahwa saya mulai bulan maret 2008 melakukan kesalahan dengan membuat gudang bayangan dan memanipulasi data penjualan. memanipulasi data penjualan tersebut seperti:

1. tidak menjual ke outlet medis, walaupun faktur tersebut atas nama outlet medis.

2. gudang bayangan artinya sebagai tempat untuk menaruh barang yang saya buka faktur tapi belum terkirim.

Dari kesalahan tersebut (walaupun saya beralasan karena tinggi target dan saya diancam dipecat bila tidak masuk target) mengakibatkan kerugian atau selisih piutang sebesar 170 juta. selisih ini terjadi karena saya jual barang ke outlet dengan besar diskon yaitu antara 25 % s/d 35 %. Hal tersebut saya lakukan dari bulan Maret 2008 s/d Desember 2008 sehingga terjadi akumulasi selisih piutang sebesar 170 jt, karena memang diskon tersebut tdk bisa diklaim karena memang melanggar SOP.

Saya ada iktikad baik sehingga selisish tersebut sudah saya bayar 70 jt dari uang hasil pinjam orang tua saya yang mereka pinjam ke Bank dan saya harus mengangsur 1,7 jt/bln selama 8 thn.
Pertanyaan saya adalah sebagai berikut:

1. Pihak PT. FI menuntut saya tetap harus membayar sisa selisih piutang sebesar 100 jt, padahal saya sudah tidak punya dana lagi, jadi sampai saat ini saya bingung saya harus bagaimana menyelsaikan ini, mohon saran dari Bapak jika ini dimeja hijaukan oleh pihak PT. FFI.

2. Apakah bisa sisa tersebut dianggap sebagai kerugian pihak PT. FI ?
3. Apakah kasus ini masuk tindak pidana atau perdata, dan apakah bisa menyebabkan saya masuk penjara?

4. Mohon beri saran untuk langkah2 yang harus saya lakukan, selagi pihak PT. FI memberikan waktu kepada saya untuk menyelesaikan kasus ini?
Demikian Pak, maaf saya benar2 buta hukum, terima kasih atas kerjasama dan perhatiannya.
Best Regards
DP


JAWAB :

1) Diliat dari kronologis yang disampaikan, secara hukum, PT. FI tetap berhak menuntut sisa selisih piutang mengingat piutang tersebut timbul karena kelalaian anda.

Pasal 1438 KUHPerdata menyatakan secara jelas, bahwa pembebasan suatu utang tidak dapat hanya diduga-duga, melainkan harus dibuktikan. Artinya, meskipun anda sudah membayar setengah dari piutang dan anda tidak lagi memiliki dana untuk membayar sisa, sepanjang PT. FI belum menyatakan pelunasan maka sepanjang itu pula PT. FI tetap berhak dan dapat melakukan penagihan piutang yang ada.

2) Pasal 1239 KUHPerdata menyatakan, tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu, wajib diselesaikan dengan memberikan penggantian biaya, kerugian dan bunga, bila debitur tidak memenuhi kewajibannya.

Hutang Piutang adalah suatu perikatan, jika anda baru membayar setengah dari piutang maka setengah dari piutang yang belum terbayarkan tetap menjadi piutang yang dapat ditagihkan. Sepanjang piutang tersebut belum terbayarkan maka tetap akan dianggap sebagai kerugian pihak PT. FI

3) Kasus yang anda hadapi, menurut saya, murni pidana mengingat yang anda lakukan ada faktor kesengajaan. Adapun pasal pidana yang dapat menjerat anda adalah Pasal 263 - 264 KUHPidana tentang pemalsuan surat hutang dengan ancaman hukuman pidana penjara 8 tahun. Pasal 378 - 400 KUHPidana tentang perbuatan curang yang mensyaratkan hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Jika pasal2 pidana diatas terbukti dan memiliki Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, tidak tertutup kemungkinan PT FI dapat melakukan upaya gugatan perdata kepada anda. Adapun dasar hukumnya adalah Pasal 1365 KUHPerdata yang menyatakan, tiap perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad), yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, menggantikan kerugian tersebut.

4) Saran saya, sebaiknya anda tetap resign sebagaimana yang disarankan HRD PT FI dan membuat pernyataan kesanggupan untuk membayar sisa piutang. Dengan demikian, ada harapan bahwa permasalahan anda dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Terlebih dalam masalah tersebut, anda telah menunjukkan itikad baik dengan membayar setengah dari kerugian yang ada.

Postingan populer dari blog ini

Kapan Asset Saya disita Bank ?

Hak Asuh ANak Ke Tangan Bapak ... Mungkinkah ?

Ganti Tandatangan, ada resikonya nggak ?