Dapatkan Postingan Terbaru
di Kotak Email Anda

Syarat dan Ketentuan

Blog layanan konsultasi hukum gratis ini dibuat dan dikelola oleh NM. Wahyu Kuncoro, SH sebagai dedikasi pelayanan hukum seorang Advokat kepada Masyarakat yang membutuhkan jasa konsultasi hukum.

Syarat dan Ketentuan Layanan :

1) Uraikan permasalahan hukum Anda dan kirimkan ke email advokatku.on(at)gmail.com.

2) 1 akun email hanya 1 X Konsultasi Hukum. Jika ingin konsultasi berlanjut, silahkan disampaikan dalam email selanjutnya.


3) Konsultasi hukum melalui telepon hanya berlaku bagi pembeli buku yang ditulis NM. WAHYU KUNCORO, SH dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam buku. Tidak melayani SMS atau media messenger lainnya.


4) Dengan konsultasi melalui email, Anda dianggap setuju atas publikasi permasalahan hukum yang disampaikan dan selanjutnya membebaskan pengelola blog/web dari segala tuntutan/ gugatan atas pencantuman URL akun email Anda.


5) Materi pertanyaan/ yang dikonsultasikan TIDAK TERKAIT MATERI PERSIDANGAN, kepentingan perkuliahan, tugas akademik dan atau kepentingan pendidikan.


6) Jawaban/ Opini yang termuat, tidak dapat dijadikan acuan hukum dan tidak menunjukkan hubungan hukum advokat dengan kliennya.


7) Segala bentuk konsultasi Hukum yang termuat dalam blog ini, akan termuat dalam beberapa situs yang teraffliansi, tanpa pemberitahuan atau seijin yang bersangkutan.


Dengan memenuhi syarat dan ketentuan di atas, berarti Anda telah menghargai diri sendiri dan orang lain.

Diberdayakan oleh Blogger.

More on

About Me

Foto Saya

Konsultasikan masalah hukum Anda dengan menghubungi NM. Wahyu Kuncoro, SH di WAHYUMITRA Advocate Office, Jl. Mandar Utama DC XI/ 19 Sektor 3A Perumahan Bintaro Jaya - Tangerang Selatan. 

Tlp : 021 - 7357778
Hp : 0811 820 71 96

TIDAK MELAYANI KONSULTASI HUKUM MELALUI SMS/ CHATTING MEDIA MESSAGER 

Contact Us

Total Pembaca

Search

Type your search keyword, and press enter

Kamis, 19 Februari 2009

Segel Vs Sertifikat


Yth. Bpk Wahyu

Saya membeli sebidang tanah di pinggir jalan panjang = 30 m, lebar = 50 m dengan surat tanah berupa Segel th 1975. Setelah mau saya bangun, ternyataada gugatan dari orang lain yang punya Sertifikat th 1995. Setelahs aya lihat sertifikatnya, luas tanah dan ukurannya beda di lapangan,sedangkan alas terbitnya sertifikat itu berdasarkan segel th1980. Setelah saya telusuri lagi, saya menemukan segel dari tanah yangberbatasan dengan tanah saya itu, dan segel nya th 1975. Untuk diketahui bahwa sebelum segel th 1975 itu, ada surat keputusan bupati th 1973 tentang pemberian lahan itu kepada pemilik yang tercantum dalam segel th 1975.Bagaimana mengatasi masalah ini?

Saya mohon bantuan bapak. Terima kasih

AR

JAWAB :

Terkait dengan alas hak atas tanah mana yang lebih kuat, yang berdasarkan segel tahun 1975 dengan sertifikat tentunya secara hukum sertifikatlah yang paling kuat. Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 32 ayat (1) PP 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah yang menyatakan "Sertifikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat didalamnya, sepanjandi g data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan".

Meskipun berdasarkan ketentuan PP tersebut, dikatakan bahwa sertifikat merupakan tanda bukti hak namun karena sistem pertanahan Indonesia menganut sistem "positif publikasi negatif" yang artinya pendaftaran hak tanah merupakan satu-satunya alat bukti, maka logikanya negara bertanggung jawab atas data yang disajikan, dan hal ini dapat menjamin kepastian hukum namun demikian sertifikat sebagai salah satu tanda bukti hak atas tanah, sebagai tanda bukti yang kuat, tapi tidak mutlak. Artinya, negara tidak bertanggung jawab sepenuhnya terhadap data yang disajikan, konsekwensinya sertifikat tidak menjamin kepastian hukum.

Terkait dengan permasalah bapak, jika yang menjadi alas hak adalah sama yakni berdasarkan segel Tahun 1975 yang menyatakan tentang tentang pemberian lahan tersebut kepada pemilik yang tercantum dalam segel dimaksud maka yang perlu bapak lakukan adalah mengecek data yuridis tanah tersebut yang ada di buku tanah desa dan kantor Badan Pertanahan Nasional setempat. Dari hasil data buku tanah tersebutlah akan kelihatan sah tidaknya riwayat terbitnya sertifikat tanah dimaksud