loading...
loading...

Tagihan Kartu Kredit


Solo, 28 Desember 2007

Kepada Yth.
Bapak NM. WAHYU KUNCORO, S.H.


Selamat siang pak, sya mohon bantuannya/ nasihat hukum tentang pemakaian kartu kredit.

Saya pemegang kartu kredit hsbc, sampai saat ini saya belum pernah nunggak bayar, karena "gali lubang tutup lubang". Saya merasa sudah tidak sanggup lagi, karena makin lama utang saya malah makin bertambah. Sampai saat ini tagihan saya di hsbc mencapai kurang lebih 30 jt. Padahal penghasilan saya hanya 1 juta/bulan. Belum lagi tagihan kartu kredit lainnya. Tiap bulan saya defisit, tidak pernah ada sisa, boro2 mau nabung.


Saya mohon nasihatnya, saya sudah tisak sanggup lagi bayar, mulai bulan depan saya tidak akan bayar. Bagaimana menurut Bapak?

Sekian, atas waktu dan perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.


Hormat Saya,


Fini


Jawab :


Terima Kasih telah menghubungi saya ......

Permasalahan kartu kredit memang memusingkan bagi mereka yang telah "terjerat" dengan kenikmatan atau gaya hidup dari uang plastik tersebut. Namun demikian bukan berarti mutlak keberadaan kartu kredit merupakan suatu masalah bukan ? Sesuai dengan fungsinya tentu saja kartu kredit sesungguhnya tidak lebih merupakan alat transaksi yang memudahkan pemakaian. Sebagai alat transaksi tentunya si pemakai harus bijaksana menggunakannya.

Dalam masalah yang dikemukakan anda tidak dapat begitu saja meninggalkan kewajiban untuk membayar tagihan-tagihan dari kartu kredit yang anda gunakan. Apapun alasan, tidak ada dalil hukum yang dapat membenarkan anda tidak membayar tagihan kartu kredit. Hutang tetaplah hutang.

Cara yang terbaik adalah anda seharusnya menemui bagian penagihan dari bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut untuk melakukan negoisasi pembayaran tagihan. Negoisasi bisa dalam bentuk permohonan reschedule dan atau diskon. Ini lebih baik dan lebih bijaksana dalam menyelesaikan masalah anda bukan ?


Postingan populer dari blog ini

Kapan Asset Saya disita Bank ?

Hak Asuh ANak Ke Tangan Bapak ... Mungkinkah ?

Ganti Tandatangan, ada resikonya nggak ?