Foto Saya
Konsultasikan masalah hukum Anda dengan menghubungi NM. Wahyu Kuncoro, SH di WAHYUMITRA Advocate Office, Jl. Mandar Utama DC XI/ 19 Sektor 3A Perumahan Bintaro Jaya - Tangerang Selatan. 

Tlp : 021 - 7357778
Hp : 0811 820 71 96

TIDAK MELAYANI KONSULTASI HUKUM MELALUI SMS

Hibah diantara Suami istri ... batal tidak ?

Posted by

Salam kenal, 

Saya mempunyai masalah, saya mempunyai tanah dengan status segel atau diterbitkan oleh kecamatan dan kelurahan. 

Saya berniat menghibahkan tanah tersebut kepada istri saya. kami menghadap pejabat dikelurahan dan menyampaikan niat saya ini bersama istri saya. dikarenakan mendekati libur hari raya maka kami disuruh kembali 1 minggu lagi. 

3 hari kemudian saya mendapati istri saya ada affair dengan pria lain, maka saya membatalkan niat saya ini dengan tidak menandatangani surah hibah yang sudah diberikan pihak kelurahan. Tapi secara diam diam istri saya memalsukan tandatangan saya dan mengurus surat hibah tersebut dikelurahan dan dikecamatan dan berhasil termasuk segel tanah tersebut sudah diberi keterangan sudah dihibahkan dan ditandatangani oleh camat. Surat hibah dan segel tersebut saat ini ditangan saya karena secara tidak sengaja saya temukan. 

Pertanyaan saya: 
  1. Sah kah surat hibah tersebut dikarena tadatangan saya telah dipalsukan walupun secara verbal saya pernah mengatakan akan menghibahkan tanah tersebut didepan pejabat kecamatan?.
  2. Kalau tidak sah apakah istri saya dan pejabat yang menandatangani surat tersebut bisa dituntut karena saya tidak hadir pada saat pembuatan surat hibah tersebut? 
Demikian pertanyaan dari saya atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Jawab :

Terimakasih telah menghubungi saya .. 

Pasal 1678 KUHPerdata menyatakan bahwasanya Penghibahan antara suami isteri selama perkawinan mereka masih berlangsung, dilarang. Tetapi ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah atau pemberian berupa barang bergerak yang berwujud, yang harganya tidak mahal kalau dibandingkan dengan besarnya kekayaan penghibah. 

Berdasarkan ketentuan Pasal 1678 KUHPerdata maka sesungguhnya penghibahan yang AKAN dilakukan Anda kepada Istri telah batal karena melanggar ketentuan hukum yang ada. Oleh karena penghibahan tersebut telah melanggar ketentuan hukum, maka, tanpa mempermasalahkan ada tidaknya tandatangan palsu pun, surat hibah tersebut sudah batal demi hukum yang artinya tidak berlaku atau tidak mempunyai kekuatan hukum.

Selain itu, kiranya perlu disampaikan bahwasanya berdasarkan ketentuan Pasal 1682 KUHPerdata, suatu hibah harus dibuat dalam suatu akta notaris. Bilamana dilakukan selain dengan akta notaris maka hibah tersebut terancam batal. Hal ini diperkuat pula dengan ketentuan Pasal 1686 KUHPerdata yang pada pokoknya menegaskan bahwasanya, hak milik atas barang-barang yang dihibahkan meskipun diterima dengan sah, tidak beralih pada orang yang diberi hibah, sebelum diserahkan dengan cara penyerahan menurut cara-cara pengalihan hak kepemilikan yang jelas dan tegas termuat dalam akta notariat . 

Bahwa terhadap pejabat-pejabat yang menerbitkan surat keterangan hibah tersebut, oleh karena penghibahan tersebut batal demi hukum namun pada kenyataannya oleh mereka tetap diterbitkan surat hibah, tentunya para pejabat tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban hukumnya di Pengadilan. Dalam arti, mereka dapat dituntut oleh Anda sebagai pihak yang berkepentingan.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 20.56.00

0 Tanggapan:

Poskan Komentar

Berikan tanggapan/ komentar sesuai dengan postingan. Bukan pertanyaan atau yang bersifat konsultasi. Jika Ingin berkonsultasi, baca ketentuan yang ditetapkan

Syarat dan Ketentuan

Blog layanan konsultasi hukum gratis ini dibuat dan dikelola oleh NM. Wahyu Kuncoro, SH sebagai dedikasi pelayanan hukum seorang Advokat kepada Masyarakat yang membutuhkan jasa konsultasi hukum.

Syarat dan Ketentuan Layanan :

1) Uraikan permasalahan hukum Anda dan kirimkan ke email advokatku.on(at)gmail.com.

2) 1 akun email hanya 1 X Konsultasi Hukum. Jika ingin konsultasi berlanjut, silahkan disampaikan dalam email selanjutnya.


3) Konsultasi hukum melalui telepon hanya berlaku bagi pembeli buku yang ditulis NM. WAHYU KUNCORO, SH dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam buku. Tidak melayani SMS atau media messenger lainnya.


4) Dengan konsultasi melalui email, Anda dianggap setuju atas publikasi permasalahan hukum yang disampaikan dan selanjutnya membebaskan pengelola blog/web dari segala tuntutan/ gugatan atas pencantuman URL akun email Anda.


5) Materi pertanyaan/ yang dikonsultasikan TIDAK TERKAIT MATERI PERSIDANGAN, kepentingan perkuliahan, tugas akademik dan atau kepentingan pendidikan.


6) Jawaban/ Opini yang termuat, tidak dapat dijadikan acuan hukum dan tidak menunjukkan hubungan hukum advokat dengan kliennya.


7) Segala bentuk konsultasi Hukum yang termuat dalam blog ini, akan termuat dalam beberapa situs yang teraffliansi, tanpa pemberitahuan atau seijin yang bersangkutan.


Dengan memenuhi syarat dan ketentuan di atas, berarti Anda telah menghargai diri sendiri dan orang lain.