Dapatkan Postingan Terbaru
di Kotak Email Anda

Syarat dan Ketentuan

Blog layanan konsultasi hukum gratis ini dibuat dan dikelola oleh NM. Wahyu Kuncoro, SH sebagai dedikasi pelayanan hukum seorang Advokat kepada Masyarakat yang membutuhkan jasa konsultasi hukum.

Syarat dan Ketentuan Layanan :

1) Uraikan permasalahan hukum Anda dan kirimkan ke email advokatku.on(at)gmail.com.

2) 1 akun email hanya 1 X Konsultasi Hukum. Jika ingin konsultasi berlanjut, silahkan disampaikan dalam email selanjutnya.


3) Konsultasi hukum melalui telepon hanya berlaku bagi pembeli buku yang ditulis NM. WAHYU KUNCORO, SH dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam buku. Tidak melayani SMS atau media messenger lainnya.


4) Dengan konsultasi melalui email, Anda dianggap setuju atas publikasi permasalahan hukum yang disampaikan dan selanjutnya membebaskan pengelola blog/web dari segala tuntutan/ gugatan atas pencantuman URL akun email Anda.


5) Materi pertanyaan/ yang dikonsultasikan TIDAK TERKAIT MATERI PERSIDANGAN, kepentingan perkuliahan, tugas akademik dan atau kepentingan pendidikan.


6) Jawaban/ Opini yang termuat, tidak dapat dijadikan acuan hukum dan tidak menunjukkan hubungan hukum advokat dengan kliennya.


7) Segala bentuk konsultasi Hukum yang termuat dalam blog ini, akan termuat dalam beberapa situs yang teraffliansi, tanpa pemberitahuan atau seijin yang bersangkutan.


Dengan memenuhi syarat dan ketentuan di atas, berarti Anda telah menghargai diri sendiri dan orang lain.

Diberdayakan oleh Blogger.

More on

About Me

Foto Saya

Konsultasikan masalah hukum Anda dengan menghubungi NM. Wahyu Kuncoro, SH di WAHYUMITRA Advocate Office, Jl. Mandar Utama DC XI/ 19 Sektor 3A Perumahan Bintaro Jaya - Tangerang Selatan. 

Tlp : 021 - 7357778
Hp : 0811 820 71 96

TIDAK MELAYANI KONSULTASI HUKUM MELALUI SMS/ CHATTING MEDIA MESSAGER 

Contact Us

Total Pembaca

Search

Type your search keyword, and press enter

Selasa, 15 Januari 2008

Masalah Hutang Piutang

               3 comments   

Yth.Bung Wahyu

Saya mempunyai masalah hutang piutang. Pada tahun 2005 saya melaksanakan proyek gedung, pekerjaan dan anggarannya dalam 2 tahap yaitu tahun 2005 dan 2006.Pada tahap I saya memesan bahan aluminium untuk pintu dan jendela, item pekerjaan ini terbagi 2 tahap I dan tahap II.

Pada tahap I nilai pekerjaan yang dikerjakan pihak pemilik aluminium sebesar +/- Rp. 5 juta, pada tahap I ini saya membayar panjar sebesar Rp. 500 ribu. Setelah proyek tahap I selesai, oleh pihak pemilik aluminium diberi kelonggaran sisa pembayaran nanti sekaligus dengan tahap II ( mungkin ybs masih ingin tidak ingin kehilangan order tahap II, bila saya telah melunasi tahap I tsb). Sejak pelaksanaan tahap I hinga tahap II saya memang telah mengalami kerugian, akibat kenaikan harga BBM, sehingga harga bahan-bahan naik, sedangkan anggaran tidak bertambah.Pada tahap II, saya ditopang oleh pihak bank, tapi sampai akhir proyek, pencairan dana telah dipotong pihak bank tanpa ada sisa karena saya terikat cesiie, sedangkan pekerjaan aluminium dilaksanakan pada akhir proyek sehingga saya menyisakan beberapa hutang termasuk aluminium tersebut dengan nilai total orderan Tahap I +/- Rp. 5 juta dan Tahap II +/- Rp. 23 juta.

Hingga saat ini kondisi saya masih dalam keadaan bangkrut !Masalahnya, pemilik aluminium telah melaporkan kepada pihak polisi sejak januari 2007 lalu dengan tuduhan penipuan, Pada bulan januari 2007 saya bersedia membuat surat pernyataan di hadapan polisi dengan berjanji akan membayar pada bulan maret 2007, tapi upaya saya untuk mencari uang dan membayar belum berhasil.

Pada bulan agustus 2007 saya kembali membuat surat pernyataan di hadapan polisi bahwa saya akan membayar pada bulan oktober 2007 karena saya diancam akan ditahan, tapi saya masih belum bisa menggusahakan dana. Kondisi bangkrut saya ini terus berlarut-larut, dan saya hanya bisa pasrah kepada Tuhan. Sementara saya sudah tidak memiliki aset lagi.Tgl. 9 Januari 2008 lalu, pihak mereka terus menekan saya lewat polisi, dalam BAP terakhir tgl 9 Januari 2008 itu saya menjelaskan upaya saya selama ini untuk memperoleh dana selalu gagal, Dan saya berjanji akan membayar segera setelah saya memperoleh dana.

Pertanyaan saya :

1. Apakah masalah saya ini termasuk pidana atau perdata ? Selama ini saya selalu memenuhi panggilan polisi dan juga sering menerima pihak pelapor di rumah secara baik-baik, tidak pernah menghindar.

2. Langkah-langkah apa yang harus saya lakukan, saya bingung, saya berniat dalam hati dan berjanji kepada Tuhan bahwa saya tetap akan membayar hutang saya.

3. Yang lebih menyesakkan dada, masalah ini sudah dimuat di koran hari ini tgl. 14 Januari 2008.

Trims


Jawab :

Terima kasih telah menghubungi saya.

Permasalahan hutang piutang sesungguhnya merupakan lingkup hukum perdata, terkecuali apabila ditemukan unsur-unsur pidana maka dapat masuk dalam lingkup hukum pidana.

Dalam masalah yang bapak hadapin saat ini, sesungguhnya merupakan masalah perdata murni dimana antara Bapak dengan pihak alumunium telah terikat dalam suatu perikatan, terlebih-lebih dalam perikatan tersebut bapak telah memberikan panjar dan pihak alummunium telah sepakat untuk memberikan kelonggaran sisa pembayaran.

Karena yang dipermasalahkan oleh si pihak almunium dalam laporan polisi tersebut adalah sisa pembayaran yang belum dibayar oleh bapak, menurut hemat saya, laporan polisi tersebut sangat sumir akan unsur-unsur pidana penipuannya. Apalagi dalam penyidikan perkara ternyata bapak membuat surat pernyataan untuk membayar hutang tersebut. Ini semakin mempertegas bahwasanya perkara Bapak adalah perdata murni.

Tindakan polisi yang terkesan mengarahkan Bapak untuk membuat surat pernyataan tentang hutang tersebut sesungguhnya merupakan tindakan indispliner, yang sangat dilarang. Jika kelak BAP Bapak tetap dipaksakan untuk diproses, bapak bisa mengajukan praperadilan.

Terlepas dari tindakan polisi tersebut, saya menyarankan sebaiknya Bapak mengangsur saja hutang tersebut. Besaran angsurannya bisa dibicarakan dengan pihak almunium. Dengan adanya angsuran hutang, kelak diharapkan penyelesaian hutang piutang tersebut tidak perlu sampai ke pengadilan. Ada baiknya, mungkin tujuan dari tindakan polisi yang mengarahkan bapak untuk membuat surat pengakuan hutang adalah agar bapak tidak ditahan ( sekali lagi, walaupun sumir unsur-unsur pidananya).