Dapatkan Postingan Terbaru
di Kotak Email Anda

Syarat dan Ketentuan

Blog layanan konsultasi hukum gratis ini dibuat dan dikelola oleh NM. Wahyu Kuncoro, SH sebagai dedikasi pelayanan hukum seorang Advokat kepada Masyarakat yang membutuhkan jasa konsultasi hukum.

Syarat dan Ketentuan Layanan :

1) Uraikan permasalahan hukum Anda dan kirimkan ke email advokatku.on(at)gmail.com.

2) 1 akun email hanya 1 X Konsultasi Hukum. Jika ingin konsultasi berlanjut, silahkan disampaikan dalam email selanjutnya.


3) Konsultasi hukum melalui telepon hanya berlaku bagi pembeli buku yang ditulis NM. WAHYU KUNCORO, SH dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam buku. Tidak melayani SMS atau media messenger lainnya.


4) Dengan konsultasi melalui email, Anda dianggap setuju atas publikasi permasalahan hukum yang disampaikan dan selanjutnya membebaskan pengelola blog/web dari segala tuntutan/ gugatan atas pencantuman URL akun email Anda.


5) Materi pertanyaan/ yang dikonsultasikan TIDAK TERKAIT MATERI PERSIDANGAN, kepentingan perkuliahan, tugas akademik dan atau kepentingan pendidikan.


6) Jawaban/ Opini yang termuat, tidak dapat dijadikan acuan hukum dan tidak menunjukkan hubungan hukum advokat dengan kliennya.


7) Segala bentuk konsultasi Hukum yang termuat dalam blog ini, akan termuat dalam beberapa situs yang teraffliansi, tanpa pemberitahuan atau seijin yang bersangkutan.


Dengan memenuhi syarat dan ketentuan di atas, berarti Anda telah menghargai diri sendiri dan orang lain.

Diberdayakan oleh Blogger.

More on

About Me

Foto Saya

Konsultasikan masalah hukum Anda dengan menghubungi NM. Wahyu Kuncoro, SH di WAHYUMITRA Advocate Office, Jl. Mandar Utama DC XI/ 19 Sektor 3A Perumahan Bintaro Jaya - Tangerang Selatan. 

Tlp : 021 - 7357778
Hp : 0811 820 71 96

TIDAK MELAYANI KONSULTASI HUKUM MELALUI SMS/ CHATTING MEDIA MESSAGER 

Contact Us

Total Pembaca

Search

Type your search keyword, and press enter

Selasa, 06 Desember 2011

Perjanjian Bisnis dengan Unsur Pidana

          ,      No comments   
Yth Bp Wahyu 

Pada bulan Juli 2008, saya ditawari kerjasama oleh teman untuk berinvestasi di bidang usahanya yaitu konveksi. Dalam surat perjanjian, teman tersebut menjanjikan untuk memberi 2.5% per bulan setiap tgl 30 dimulai bln Agustus 2008 atas uang saya yang disetorkan untuk tambahan modal usahanya dan selain itu ia menawarkan jaminan berupa sertifikat rumahnya. 

Saat itu sertifikat rumahnya sedang dijaminkan di bank namun berjanji akan melakukan pelunasan ke bank bln Oktober 2008 dan akan menyerahkan ke saya pada tgl 30 Oktober 2008, sebagai gantinya sementara saya dibukakan Bilyet Giro mandiri sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) sesuai dana yang saya setorkan kepadanya. 

Perjanjian investasi ini jatuh tempo dalam 1 tahun (seharusnya sudah selesai bl juli 2009). Dalam perjalanannya betul betul diluar dugaan, hasil 2.5% yang dijanjikan selalu telat bahkan telatnya pernah hampir 2 bln dan itupun harus saya tagih, sertifikat yang dijanjikan tidak pernah diberikan kepada saya dengan berbagai alasan dan bilyet giro yang dibuka buat saya pun sampai jatuh tempo tidak ada dananya (kosong). Sampai perjanjian jatuh tempo uang saya tidak bisa diambil. 

Saat ini uang yang tersisa di teman adalah Rp 56.650.000,- dan saya menginginkan sisa uang tersebut dapat dilunasi, saya capek harus menagih terus dan sepertinya orang trsbt tidak sadar atas kewajibannya (harus selalu ditagih) dan hanya janji-janji saja. 

Pak Wahyu yang terhormat, pada pertengahan bulan November 2011 kemarin saya baru mengetahui ternyata sertifikat yang dijanjikan buat jaminan ke saya telah diambil oleh teman tsbt dari bank pada bln september 2011 (sisa kredit ybs telah dilunasi) namun anehnya ybs tidak pernah memberi tahu ke saya atau memberikannya ke saya sesuai yang ia janjikan. Saya mencoba memintanya tapi selalu ada aja alasan-alasan. 

Pak wahyu yang terhormat, mohon kiranya diberikan saran kepada saya apa yang sebaiknya saya lakukan untuk menyelesaikan persoalan saya ini, saya sangat lelah menghadapi orang ini, selalu jani-janji yang diberikan kepada saya tanpa realisasinya, dan sepertinya keluarganya pun tidak peduli dengan hal ini. Apakah persoalan saya ini menyangkut persoalan pidana dan perdata? Sanksi apa aja yang bisa dikenakan kepada orang tersebut? Kalau melalui jalur hukum apakah penyelesaiannya lama?

Demikian persoalan yang saya alami, saya sangat berharap sekali  bapak berkenan membalas email saya ini. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya, mudah-mudahan kebaikan Bapak dibalas oleh Alloh Swt berlipat ganda ....amiiin

Salam

JAWAB :

Terima kasih telah menghubungi saya ...

Permasalah yang disampaikan adalah Permasalahan Perdata dengan unsur pidana yang artinya dalam permasalahan yang dihadapi, Anda harus terlebih dahulu mengupayakan pidana sebelum melakukan upaya hukum secara perdata. Adapun unsur pidana yang dapat dijeratkan kepada teman Anda tersebut adalah masalah giro kosong yang notabene merupakan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dan diatur Pasal 378 KUHPidana dengan sanksi pidana penjara 4 tahun.

"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun".

Pastinya jika diupayakan penyelesaiannya melalui jalur hukum akan membutuhkan waktu yang relatif lama mengingat terlebih dahulu kepolisian akan melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan terlebih dahulu atas permasalahan tersebut. Demikian juga jika langsung diupayakan melalui jalur perdata, Pengadilan akan terlebih dahulu memeriksa perkara tersebut sebelum mengambil putusan.