Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 2, 2011
loading...
loading...

Saya dianggap bodoh karna ingin perjanjian pranikah

Gambar
Yth  NM Wahyu Kuncoro SH saya baru saja beli dan baca buku Anda "Solusi Cerdas Menghadapi Kasus Keluarga". Saya wanita single anak sulung 3 bersodara, Kristen, dari suku Indonesia Timur (patrilineal) yg kebetulan berasal dari keluarga mampu. Akibatnya, dulu beberapa kali saya ditipu laki2 yg pura2 cinta saya namun motivasinya adalah untuk pinjam uang tanpa mengembalikan. Saya mengatakan pada orangtua saya bahwa kalo saya mendapat cowok baru, sebaiknya saya membuat perjanjian pranikah utk melindungi warisan org tua dari pasangan yg berniat merampasnya. Tapi kata orgtua saya, itu tdk ada gunanya/tdk kuat. Kata mereka carilah suami yg baik. Saya tak percaya, krn org baik pun suatu saat bisa berubah, berhutang dll. Makanya saya bersikeras, perjanjian pranikah itu penting. Pertanyaan saya:
1. Jika memang saya dilarang membuat perjanjian pranikah, adakah cara lain agar kalo saya nikah dan cerai, uang dan harta dari ortu aman? saya berpikir utk memberikan semua itu pada adik laki2 (1 or…