Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 16, 2010
loading...
loading...

Sertifkat HGB-nya gak ada, pak ?

Gambar
Dear Pak Wahyu,
Saya ingin konsultasi sedikit mengenai Sertifikat HGB, kami berencana membeli sebidang kavling dari pembeli pertama tetapi dikatakan bahwa kami tidak akan menerima Sertifikat HGB yang Asli, Sertifikat HGB asli tersebut masih atas nama developer dan akan tetap disimpan di developer sampai kami berencana untuk membangun, maka kami wajib mengurusnya menjadi atas nama kami / SHM.
yang saya mau tanyakan :
apakah memang developer tidak memiliki kewajiban untuk memecah sertifikat tersebut atas nama kami ? apakah kami selaku pembeli tidak mendapat Sertifikat HGB dikatakan aman ?
yang kedua : di dalam PPJB disebutkan bahwa dalam waktu 1 tahun dari tanggal penandatanganan tersebut kavling harus dibangun, tetapi di tangan pembeli pertama selama kurang lebih 7 tahun, tidak dibangun, yang mau saya tanyakan, apakah pasal di PPJB ini nantinya akan menyulitkan kami sebagai pembeli kedua ? karena kami memang berencana untuk tidak membangun dalam waktu dekat.
yang ketiga : PBB asli yang …

Tanah saya disita, pak

Gambar
Yth : Pak Wahyu,
Pada tahun 2006 saya membeli sebidang tanah beserta bangunannya. Kemarin pada tanggal 19 may 2010 tanah beserta bangunan tersebut diekskusi oleh kejaksaan. Pada waktu ekskusi saya tidak diberi surat apapun. Padahal saya memiliki AJB beserta sertifikat asli atas nama saya. Dari info yang saya dapat ternyata Penjual tanah tersebut diatas digugat oleh ahli waris yang lain (keluarga penjual).
Pertanyaan saya :
1 Apakah saya berhak atas tanah yg sudah saya beli? 2 Bagaimana caranya saya mengajukan keberatan ke pengadilan supaya tidak diekskusi 3 Atas dasar apa pengadilan/kejaksaan mengekskusi tanah saya 4 Apakah betul ekskusi tanpa sepengetahuan pemilik sah dilakukan
Terima kasih Salam
Ar
Jawab :
Terima kasih telah menghubungi saya ...
Jual beli merupakan hubungan hukum perdata antara penjual dan pembeli. Dalam Pasal1471 KUHPerdata ditegaskan, bahwasanya Jual beli atas barang orang lain adalah batal dan dapat memberikan dasar kepada pembeli untuk menuntut penggantian biaya,kerugian da…

Beli Unit apartemen, apa saja yang harus diperhatikan ?

Gambar
Pak Wahyu,

Saya WNI asli, single, di atas 21 tahun, sedang berencana untuk melakukan investasi dalam bentuk apartment. Jadi saya akan membeli 1 unit apartment untuk kemudian disewakan kepada expat.

Ada 1 pengembang yang saya sudah minati yang mengklaim bahwa gedung apartmentnya adalah Hak Milik, sehingga tenant tidak perlu khawatir pengembang tiba-tiba bangkrut dan tidak mampu bayar lease ke pemerintah. Mereka juga menggratiskan biaya notaris. Bila saya sudah membuat akte kepemilikan unit apartment, apakah statusnya sama dengan hak milik rumah tinggal?

Saya sangat tidak familiar dengan istilah-istilah hukum ini dan takut terjebak dalam manipulasi marketing mereka.

Bisa tolong dijelaskan dari sisi hukumnya, hal-hal apa saja yang saya harus perhatikan.

Terima kasih.

Hormat saya,

Gr

Jawab :

Pengaturan tentang apartemen tunduk pada ketentuan UU No. 16 Tahun 1985 tentang Apartement. Pembangunan apartement dapat dilakukan di atas tanah dengan Hak Milik, Hak Guna Bangunan, atau Hak Pakai sesuai deng…