Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 21, 2009
loading...
loading...

Hak Asuh & Status anak

Gambar
Bapak yang terhormat
Selamat pagi,
Kami memiliki seorang anak laki laki yang telah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan. Pernikahan anak kami tersebut baru dilaksanakan +/- 2 ( dua ) bulan setelah anak mereka lahir (anak diluar nikah) kami baru mengetahui anak tersebut akan lahir pada malam sebelum melahirkan, sedangkan orang tua pihak perempuan pada hari tersebut berangkat ke Palangkaraya untuk menikahkan anak laki lakinya (kakak dari istri anak saya) selama sebulan dan untuk tidak mengganggu acara mereka kami memutuskan menunggu kembalinya mereka untuk menceritakan kejadiannya sekaligus melakukan lamaran dan merencanakan pernikahan anak kami.

Setelah dilakukan pertemuan kami setuju segala sesuatunya kami yang mengurus (surat surat dari RT s/d KUA ) serta pernikahan dilangsungkan dirumah kami dengan hanya dihadiri keluarga dekat dari kedua belah pihak.

Pada saat pernikahan dilangsungkan, anak laki laki kami baru berumur 18 tahun, sedangkan istrinya berumur 19 tahun (keduanya satu…

Kewarganegaraan WNA dan Ahli Waris

Gambar
Kepada Yth Bpk Wahyu,
Saya ingin bertanya masalah ketentuan hukum yang berlaku mengenai 2 hal dibawah ini:
Issue:
Ayah almarhum baru saja meninggal 3 mgu lalu dan kita masih menungu akte kematian keluar sebelum ke notaris untuk buat surat ahli waris. Ayah meninggal secara tiba tiba jadi kita tidak tau apakah ada surat wasiat yang dibuat dari ayah.
1. Masalah kewarganegaraan WNA
Saya lahir di Jakarta, sekolah dan besar in Jakarta. Hanya sesudah SMA, saya sekolah, kerja dan tinggal sekarang di Singapore. Saya juga sudah pindah kewarganegaraan ke Singapore citizen dan melepaskan WNI kurang lebih 2 tahun lalu.
Pertanyaan:
apakah susah jika saya ingin kembali mendaftar sebagai WNI, apa syarat2x nya dan beaya nya. Bisa bpk berikan saya informasi.
2. Masalah ahli waris (di keluarga kami ada mama, saya anak putra paling tua dan 3 adik perempuan. Semua adik telah menikah, kecuali saya)
Pertanyaan:-
Sesudah ahli waris ditentukan, pembalikan/pertukaran nama nama hak milik dikenakan berapa dan bera…

Hak Pekerja ketika Sakit Terus menerus

Yth.Bapak Wahyu Kuncoro, S.H Saya, seorang karyawati di sebuah perusahaan swasta yang telah bekerja sejak tahun 1994 sampai sekarang. 5 (lima) tahun yang lalu saya divonis terkena kangker payudara. Pada saat itu perusahaan menawarkan untuk dioperasi/ diangkat dengan biaya perusahaan. Setelah berunding dengan keluarga akhirnya saya memutuskan untuk menolak tawaran perusahaan tersebut dan memilih pengobatan alternatif dengan biaya sendiri (karena perusahaan hanya mau mengeluarkan biaya pengobatan melalui dokter) selama kurun waktu 5 tahun. Saya akui absensi saya jelek, tapi perusahaan tetap membayarkan upah saya 100%. Sudah 1 1/2 (satu setengah) bulan ini saya tidak dapat masuk kerja karena keadaan saya yang semakin parah dan selama itu pula perusahaan tetap membayarkan upah saya 100%. Yang ingin saya tanyakan adalah : 1. seberapa jauh perusahaan bisa memberikan pengobatan dokter kepada saya dalam keadaan saya sekarang ini ? ( karena saya pernah menolak pengobatan dari perusahaan sewakt…

Pasal 156 UU No. 13 Tahun 2003

Gambar
Perusahaan saya sedang melakukan efisiensi karyawan atau PHK massal yang besarnya 20% dari total karyawan. Nah, saya di berikan paket pesangon, tapi pihak perusahaan tidak mau menambahkan pasal 164 ayat 3 (yaitu 2 x pasal 156 ayat 2). Dengan alasan perusahaan belum tutup dan masih ingin meneruskan bisnis di Indonesia.
Bagaimana tanggapan bapak tentang masalah ini?
Terima kasih, Ts
JAWAB :
Terima kasih telah menghubungi saya ...
Saya rasa Pihak Perusahaan salah mengartikan tentang Pasal 164 ayat (3) UU No. 13 Tahun 2003.
Dalam pasal tersebut jelas disebutkan :
"Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh :
a. karena perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun berturut-turut
atau bukan
b. karena keadaan memaksa (force majeur) tetapi perusahaan melakukan efisiensi,
dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156…