Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 26, 2008
loading...
loading...

Pengalihan Hak Asuh Anak

Gambar
Yth. Bp Wahyu,
Saya ingin konsultasi tentang masalah saya sedikit dan mohon saran bimbingannya.
Saya seorang ibu umur 32thn dan memiliki seorang putra yang akan berumur 4thn november mendatang.
Saya menikah di tahun 2003 dan bercerai di tahun 2006 dimana pengadilan memutuskan hak asuh jatuh ke tangan ayahnya biarpun anak saya baru berusia 2thn mengingat ayahnya memiliki keluarga yg sangat mapan sedangkan saya pada saat itu baru mulai bekerja lagi setelah vakum kerja karena punya anak. Saya berhenti kerja juga krn keinginan mantan suami dan keluarganya yang menghendaki saya untuk sepenuhnya mengurus anak. Pernikahan kami lambat laun tidak berjalan baik dan menjadi dingin dan juga disertai pemukulan thd saya yang diakui krn khilaf.
Saya adalah seorang perantau, ortu ada di pulau sumatera, ada 2-3org saudara saja di jkt ini. Jadi sewaktu sidang perceraian, saya usaha sendiri dan tadinya saya berpikir pengadilan bisa memberikan hak asuh kepada saya mengingat saya sudah bekerja kembali dan mem…

Apakah saudara kandung berhak atas warisan kakaknya ?

Gambar
Saya memiliki pertanyaan mengenai waris. kakak saya meninggal meninggalkan seorang istri, 1 anak angkat, dan 3 saudara kandung. Apakah saudara kandung mendapat warisan dari kakaknya yg meninggal (krn istrinya mengklaim harta tsb mutlak miliknya)? jika iya, bagaimana pembagiannya? Bagaimana caranya jika pembagian diserahkan ke pengadilan agama, apakah istri almarhum wajib menturutinya krn ia bersikeras bahwa harta tsb miliknya secara hukum perdata? apakah anak angkatnya berhak (tdk disahkan negara)? Almarhum neninggalkan wasiat lisan namun istrinya tdk mau menjalankan, bagaimana hukumnya?
MI
JAWAB :Terima Kasih telah menghubungi saya ....
Pembagian waris memang sebaiknya harus diselesaikan melalui penetapan Pengadilan agar tidak menimbulkan permasalahan lebih lanjut dikemudian hari. Saya katakan "sebaiknya" karena pada prakteknya, kebanyakan masyarakat menyelesaikannya melalui prinsip kesepakatan dari para ahli waris.
Untuk pembagian waris melalui penetapan Pengadilan ...umumn…

JUAL BELI ANTARA SUAMI - ISTRI

Gambar
selamat siang,

sehubungan dengan ini saya ingin menanyakan apakah bisa jual beli tanah antara suami ke isteri , dalam keluarga yang belum ada perceraiaan,

demikian dan terima kasih

salam
zul faijar

JAWAB :
Terima kasih telah menghubungi saya ...
Pasal 119 KUHPerdata menyatakan sebagai berikut : "Sejak saat dilangsungkan perkawinan, maka menurut hukum terjadi harta-bersama menyeluruh antara suami-istri, sejauh tentang hal itu tidak diadakan ketentuan-ketentuan lain dalam perjanjian perkawinan. Harta bersama itu, selama perkawinan berjalan, tidak boleh ditiadakan atau diubah dengan suatu persetujuan antara suami-istri".
Berdasarkan pengertian pasal 119 KUHPerdata di atas maka jelas, tidak diperkenankan terjadi transaksi jual beli antara suami - istri yang masih terikat dalam suatu tali perkawinan. Jika transaksi jual beli tersebut tetap dilakukan maka jelas transaksi tersebut batal demi hukum