Postingan

Menampilkan postingan dari April 27, 2008
loading...
loading...
Yth., Bapak Wahyu Kuncoro, Berkaitan dengan surat wasiat yg pernah dibuat oleh almarhum anak tertua dan ditandatangani oleh anak2 yg lain atas sebuah rumah dan tanah keluarga. Kakak-beradik terdiri dari 5 laki-laki dan 1 perempuan, 3 laki-laki telah meninggal dunia. Apakah surat wasiat tersebut dapat dibatalkan mengingat pembuat surat wasiat telah meninggal dunia dan adik2nya yg masih hidup sangat membutuhkan biaya hidup. Dan bagaimana pembagiannya menurut hukum islam. Mohon sarannya. Atas bantuannya kami ucapkan terima kasih.
MKI
Jawab :
Mohon maaf, sya tidak mengerti maksud anda sesungguhnya karena kalau dari cerita anda tersebut yang membuat wasiat adalah anak tertua ? Jika demikian dari awal surat wasiat itu ada maka surat tersebut sudah batal demi hukum karena si pembuat wasiat meninggalkan wasiat yang bukan miliknya (sesuai cerita yang disampaikan, harta tersebut adalah rumah dan tanah keluarga). Atau bagaimana cerita yang sebenarnya ?

Kalau benar sesuai dengan perkiraan saya diatas,…

Tunjangan Jabatan

Yth, Advokatku,
Kami direksi sebuah klinik medis umum milik sebuah Yayasan Keagamaan. Kami mohon bantuannya segera, karena Pihak Karyawan ditempat kami (dokter, perawat & non medis) ingin melakukan Demo bila sampai dengan tanggal **** 2008 y.a.d. nanti tidak diperoleh kepastian atas diterimanya Tunjangan Jabatan dan Tunjangan Profesi dalam Uang Pesangon pada saat masa Pensiun mereka.
Alasan pihak Yayasan selama ini untuk tidak memberi tunjangan jabatan dan tunjangan profesi dalam uang pesangon pada karyawan adalah karena tunjangan jabatan merupakan tunjangan tidak tetap, dimana akan hilang/tidak diberikan bila terjadi mutasi jabatan. Ini berbeda dengan pemahaman kami sebagai direktur karena dalam penjelasan UU Naker 13 tahun 2003 pasal 94 dan sesuai dengan buku karangan L Jaehani SH., MH. berjudul: "Hak2 Pekerja bila di PHK" bahwaTunjangan Jabatan dan Profesi adalah Tunjangan yang bersifat tetap. Apakah ini benar? Mohon penjelasan.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
Hor…