Postingan

Menampilkan postingan dari April 20, 2008
loading...
loading...

Permintaan uang di Pengadilan

Gambar
Pak Wahyu,

Kalau kita beracara di pengadilan, oknum di pengadilan selalu meminta uang yang sangat jauh melebihi biaya resmi untuk beperkara dan tanpa ada tanda terima. Pada hal kita berurusan ke pengadilan untuk membela atau mendapatkan hak kita, jadi kita bukan sedang mengurus harta karun atau kita sedang dirugikan orang lain Tetapi oknum di pengadilan selalu minta bayar yang jumlahnya cukup besar
Selaku praktisi hukum, bagaimana caranya Bapak mengatasi hal ini ?
Demikian, terima kasih atas perhatiannya.

BASRIL BASIR

JAWAB :
Terima kasih telah menghubungi saya, mungkin untuk selanjutnya Bapak menghubungi saya di email advokatku@advokatku.web.id untuk mudah dan cepatnya saya merespon email anda.

Mengenai pertanyaan anda sesungguhnya agak sulit menjawab karena seperti anda ketahui "KKN" itu sudah menjadi budaya di negeri ini. Ironisnya, mental-mental bobrok seperti itu merambat pula pada mental aparatur negara sehinggat anda sebagai pihak yang berkepentingan pun, mau tidak mau, t…

Masalah waris

Yth Pak Wahyu


ayah kami telah meninggal dunia thn 92 , dimana ayah mempunyai 2 orang istri dan kami adalah anak dari istri ke dua , ibu masih hidup, anak pr 2, anak lk 1.

Istri pertama (sudah meninggal), anak pr 2, anak lk 4.

hanya sayang bukti otentik yaitu surat nikah nama ayah adalah nama samaran (artinya) sewaktu menikah dengan istri kedua/ ibu saya menggunakan nama samaran yaitu kadarochman. nama aslinya iskandar.

jadi bukti otentik yang kami punya berbeda dengan surat kematian juga nama yang ada di atas aset yang akan kami gugat. aset :
1.tanah seluas 300m di _____
2.tanah di gang di **********juga (telah mereka jual) harga sekitar 100jt
3.tanah atas nama kakak saya (dr istri kedua)

apakah kami bisa menjadi ahli waris ? saksi seperti tetangga. foto nikah. saudara dari ayah mereka mengenal kami semua. sewaktu ayah meninggal kami juga datang ke rumah istri pertama (meninggal dibawa kerumah istri pertama)

mohon jawaban Bapak

terima kasih adw
Terima kasih telah menghubungi saya ....

Dalam hukum…